Sanggahan argumentatif AGI SAJA pada program kampanye yang tidak melihat pada aturannya bukan hanya pada ide pendidikan gratis 16 tahun saja.
Sastra Jaya, sang calon Wakil Bupati Akhmad Gunadi Nadalsyah, pernah menyentil program tertentu tentang janji kampanye akan memberikan alat berat di desa-desa untuk membuka lahan. Dia mengingatkan, sebuah program seharusnya yang dapat diwujudkan saja, mesti dilihat dulu pada peraturan-peraturannya sebelum diluncurkan.
Dia mengkritik janji yang tidak mempertimbangkan juga pada aspek resiko lingkungan hidupnya. Di samping itu pembukaan lahan akan terkena pada peraturan Undang-Undang Kehutanan.
“Ketika saya mau menggarap lahan saya pakai alat berat saya tidak berani. Karena lahannya ini dalam kawasan hutan produksi. Ketika itu digarap saya berani jamin besoknya langsung ditangkap,” ujar Sastra.
Sanggahan-sangahan tersebut masih belum masuk pada misalnya resiko kerusakan alam atas janji kampanye ingin menjadikan sumber air di hutan Pararawen untuk memproduksi air mineral kemasan. Sedangkan kawasan tersebut adalah Hutan Lindung dan Cagar Alam yang dilindungi undang-undang. Aktivitas produksi dikhawatirkan akan merusak kondisi hutan lindung tersebut.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










