BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, S.H., menyoroti rendahnya tingkat akreditasi perpustakaan dan arsip di Kalimantan Selatan. Dari seluruh perpustakaan di provinsi ini, hanya sekitar 10% yang telah terakreditasi.
Jihan menyerukan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan perpustakaan guna memperkuat literasi masyarakat di Kalsel.
BACA JUGA: Komisi IV DPRD Kalsel dan Disnakertrans Susun Strategi Pengurangan Pengangguran Tahun 2025
“Perpustakaan merupakan tempat penting untuk menciptakan dan menyebarkan ide serta membangun literasi masyarakat. Hanya 10% perpustakaan yang terakreditasi jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” ujar Jihan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan pada Jumat pagi (01/11/2024).
Jihan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kalsel, yang dipimpin oleh Nurliani Dardie, dan Dinas Pendidikan Kalsel, untuk mendorong peningkatan akreditasi dan penyebaran layanan literasi yang lebih merata.
Selain itu, Jihan mendukung upaya Rumah Sakit Sambang Lihum dalam meningkatkan pelayanan kesehatan mental melalui pendekatan restorative justice atau musyawarah mufakat.
Menurut Jihan, pendekatan ini penting karena memberi dukungan sosial kepada pasien kesehatan mental selain dari sisi medis.







