KPU Barito Utara Rapat Koordinasi Debat Pilkada Part 2 di Muara Teweh, Ini Imbauan Polisi

Tema yang diangkat terdiri dari beberapa point yang dibuat oleh tim perumus, yaitu tentang tata kelola pemerintahan, persoalan daerah yang beragam (jamak) dan NKRI. Kesemua point tersebut digabung atau dirumuskan menjadi satu tema dalam kalimat, “Mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik untuk menyelesaikan pembangunan di daerah dalam bingkai NKRI”.

Waktu debat nantinya akan dilaksanakan selama 120 menit atau 2 jam, dan meskipun ditayangkan oleh TVRI lokal akan tetapi moderatornya tetap dari nasional.

Tim masing-masing Paslon yang boleh memasuki arena mulai dari pagar gedung sejumlah 50 orang saja dengan mengenakan tanda pengenal id card.

Kendaraan roda empat (mobil) masing-masing Paslon yang boleh masuk ke dalam parkiran VVIP sebanyak 5 unit mobil.

Tidak ada kegiatan nonton bareng yang disiapkan di luar arena, kecuali masing-masing Paslon membuat kegiatan nonton bareng di posko pemenangan masing-masing dengan berkoordinasi kepada aparat kepolisian.

Kasat Intelkam AKP Erik Andersen yang di dampingi Iptu Kuslan, SH, MM saat di wawancarai Kalimantanlive.com pasca Rapat Koordinasi mengatakan, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang tidak diperkenankan masuk arena debat supaya menyaksikan cukup di rumahnya masing-masing saja atau di posko pemenangannya masing-masing, tidak perlu datang ke kantor DPRD.

Kasat Intelkam juga memberikan imbauan terkait kedewasaan dalam berdemokrasi, supaya masyarakat menjadi pemilih yang bijaksana, siapapun yang menang adalah pemimpin kita bersama juga,

“Pilihlah dengan bijak, Paslon kita dua-duanya yang terbaik, tidak ada yang saling menjatuhkan. Kita sama-sama mendukung siapapun yang terpilih. Itulah pemimpin terbaik untuk Barito Utara,” kata Erik Andersen.

Sementara itu Iptu Kuslan memperingatkan, pada saat debat nantinya tidak ada yang melakukan pengerahan massa dan pihaknya akan menindak tegas,

“Dilarang ada pengerahan massa dan akan ditindak tegas,” tutup Iptu Kuslan, SH, MM tegas.

Kalimantan Live/M. Gazali Noor