KOTABARU, Kalimantanlive.com – Genangan air di badan jalan di beberapa titik sepanjang jalan Kotabaru masih terjadi. Titik terparah di Sungai Taib, ketinggian air diperkirakan sekitar 40 sentimeter.
Akibatnya arus lalu lintas terganggu. Pengendara melintas di atas genangan harus hati-hati dengan memelankan laju kendaraan mereka, agar tidak terjadi hal tidak inginkan.
Pantauan di lapangan. Tidak hanya pengendara roda dua, pengemudi mobil melakukan hal sama. Berjalan pelan agar air cipratan tidak mengenai pengendara lain.
Baca Juga : Tidak Tuntas Soal Genangan Air, PUPR Kotabaru Sebut Imbas Pembangunan Perumahan
Sangat ironis. Pemadangan yang terus berulang-ulang, saat atau pasca hujan deras mengguyur. Namun masih belum ada solusi dari pihak terkait melakukan penanganan.
Dikeluhkan pengguna jalan. Terlebih ketika arus lalu lintas padat di jam pulang sekolah bersamaan pulang kantor. Antre saat akan melintas di genangan air berwarna coklat pekat itu.
Baca Juga : Setiap Hari Dilalui Mobil Pejabat Kotabaru, Genangan di Jalan Ini Belum Ada Penanganan
“Selalu banjir, tapi tidak ada penanganan. Dari beberapa titik jalan tergenang, paling parah di sini (Sungai Taib),” keluh seorang pengendara, Dian.
Dengan kondisi itu, kata dia, harusnya pihak-pihak terkait bisa ‘melek’. Sebaliknya kondisi itu seperti terkesan dibiarkan tanpa ada solusinya.
Terkait hal ini, masih belum didapat pernyataan resmi Humas PUPR Kotabaru. Dihubungi melalui telepon tidak aktif, pesan Whatsapp belum ada respon.
Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kotabaru, H Murdianto mengatakan, genangan akibat efek dari tidak lancarnya air hujan karena tidak adanya lubang pembuangan.
Selain diperparah pembuatan parit lebih tinggi dari badan jalan oleh pengembang perumahan, karena pembangunan oleh pengembang menyesuaikan jalan ke perumahan itu.
Sehingga air di badan jalan tidak bisa masuk ke gorong-gorong yang notabenenya tidak sesuai asal.










