Dukung Kemajuan Pertanian Katingan, Faridawaty Sebut Perlu Kemantapan Infrastruktur

KATINGAN, KALIMANTANLIVE.COM – Kabupaten Katingan khususnya Kecamatan Katingan Kuala, Kalimatan Tengah, selama ini  dikenal sebagai salah satu sentra pertanian Kalteng.

Betapa tidak, Kecamatan Katingan Kuala banyak terdapat transmigrasi yang menjadi sentra produk pertanian di Kalteng.

Tim pemenangan Pasangan Cagub Willy M Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya atau Paslon Willy-Habib berkesempatan datang melakukan kampanye di lokasi tersebut.

Tim Pemenangan Willy-Habib mendorong kemajuan pertanian di Desa Jaya Makmur dan sekitarnya terutama dalam penyediaan peralatan pertanian dan pupuk.

Bukan hanya itu, soal kemantapan infrastruktur dalam mendukung majunya pertanian di Desa Jaya Makmur Kecamatan Katingan Kuala juga jadi perhatian Tim Pemenangan Paslon Willy-Habib.

Kontan, program untuk mendukung kemajuan pertanian di Katingan Kuala disambut baik para petani dan warga setempat, sehingga siap mendukung pemenangan Paslon Willy-Habib dalam Pilgub Kalteng 2024.

Ketua Tim Pemenangan Kalteng, Hj Faridawaty Darlan Atjeh mengatakan banyak hal yang harus didukung untuk kemajuan pertanian di Katingan Kuala.

Die menyebutkan, bukan hanya pupuk, yang tidak kalah penting menurut adalah membuka keterisoliran daerah seperti yang diinginkan masyarakat setempat.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antar desa dan kecamatan menjadi prioritas penting agar akses masyarakat terhadap pasar, pertanian dan layanan kesehatan semakin mudah.

“Dengan adanya infrastruktur yang memadai, hasil panen petani, seperti padi, dapat didistribusikan dengan lebih efisien, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan pendapatan petani karena mereka tidak harus menjual dengan harga murah kepada tengkulak,”pungkasnya.

Baca Juga :Siap Majukan Pertanian, Warga Desa Jaya Makmur Katingan Antusias Menangkan Willy-Habib

Di Desa Jaya Makmur, sosok Faridawaty tidak asing bagi warga setempat. Menurut mereka, Faridawaty adalah Anggota DPRD Kalteng yang dekat dengan masyarakat dan sering datang ke desanya.

Bahkan tidak sedikit anggaran Pokok Pikiran (Pokir) dialokasikan ke desa ini.