PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Hj Faridawaty Darland Atjeh optimistis Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng nomor urut 1, Willy-Habib menjadi pemenang dalam Pilgub Kalteng 2024 pada 27 November, mendatang.
Hal tersebut karena berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya untuk Paslon Willy-Habib unggul lebih tinggi dibandingkan dengan paslon lainnya.
Diakuinya antara Paslon 1 dan Paslon 3 selama ini cukup bersaing ketat, jika dilihat berdasarkan hasil survei yang dilakukan tersebut.
“Namun hasil survei Bulan Agustus ke Oktober popularitas Willy-Habib naik lebih tinggi dibanding paslon lainnya yakni hingga 15,4 persen,” ujarnya.
Meski begitu dia mengungkapkan, saat ini kembali dilakukan survei selanjutnya, namun melihat popularitas Paslon 1 Willy-Habib yang naik cukup sugnifikan tersebut.
Ketua Tim Pemenangan Paslon Willy-Habib di Kalteng ini, merasa yakin Paslon Willy-Habib akan semakin besar menang di Pilgub Kalteng 2024 mendatang.
Mengomentari terkait, Dewan Etik Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) yang menjatuhkan sanksi kepada salah satu anggota mereka, Poltracking Indonesia pada Senin (4/11/2024) terkait hasil survei Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI Jakarta yang dirilis Poltracking pada 24 Oktober 2024.
Ini, memunculkan keraguan terkait validitas hasil survei dari beberapa lembaga survei atau pihak tertentu yang mengatasnamakan lembaga survei seperti Poltracking, terutama ketika ada perbedaan mencolok dengan hasil survei yang lebih dipercaya.
Dia menduga, hasil survei tersebut digunakan hanya untuk membentuk opini publik semata, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
” Publik disuguhkan dengan angka-angka survei tertentu yang diduga tidak mencerminkan kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Anggota DPRD Kalteng ini menduga, setelah dia membaca hasil keputusan dewan etik atas survei Pilkada Jakarta bisa saja hal yang sama juga dilakukan di Pilkada Kalteng.
” Ya, tentunya bukan tidak mungkin itu mereka lakukan juga untuk Pilkada di Kalteng,’ ungkapnya.
Faridawaty mengungkapkan, sejak awal Poltracking atau yang pihak tertentu yang mengatasnamakan Poltraking, untuk release hasil surveinya terkesan tidak valid. ” Saya meragukan validitas hasil survei itu,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pihaknya juga menggunakan lembaga survei untuk mengukur posisi paslon yang diusung.” Kinerja tim dan hasilnya terdapat perbedaan,” ujarnya lagi.
Faridawaty, menyebut, release yang digunakan terkesan hanya untuk membentuk opini publik saja.
Bahkan ungkap dia, tidak menutup kemungkinan atau diduga terjadi penggunaan program atau proyek pemda secara bar-bar di bulan Agustus-November 2024 ini.
Baca Juga : Siap Majukan Pertanian, Warga Desa Jaya Makmur Katingan Antusias Menangkan Willy-Habib
Baca Juga : Pilih Willy-Habib di Pilgub Kalteng 2024, Soal Listrik dan Sinyal Telekomunikasi di Kamipang Teratasi
Dia menduga bisa jadi hal tersebut untuk menopang temuan sesungguhnya di lapangan yang dilakukan secara masif, terstruktur dan sistematis.”Tentunya ini untuk mendukung salah satu paslon,” ujarnya.







