SAMPIT, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 143 mahasiswa sekolah tinggi ilmu ekonomi atau STIE Sampit , Rabu (6/11/2024) mengikuti acara wisuda.
Sebanyak 143 mahasiwa STIE Sampit yang diwisuda tersebut terdiri dari Prodi Manajeman sebanayak 130 sedangkan Prodi Kewirausahaan dan Bisnis sebanyak 13 orang.
Kegiatan Wisuda ke-27 Program S1 STIE Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut di laksanakan di Gedung Banana Ballroom Werra Resort Hotel Jalan Jenderal Soedirman, Sampit.
Tampak para orang tua dan keluarga mahasiswa dengan setia mengikuti kegiatan wisuda mahasiswa STIE Sampit tersebut sejak pagi hingga siang menjelang sore.
Suasana acara wisuda mahasiswa STIE Sampit tersebut tampak semarak karena wisuda tersebut banyak dihadiri pihak keluarga wisudawan dan wisudawati.
Ketua STIE Sampit HM Thamrin Noor mengaku bangga banyak mahasiswanya yang diwisuda, bahkan indeks prestasi mahasiswa rata-rata diatas 3.
Bukan hanya itu, mahasiswa STIE Sampit pun, saat ini semakin melek dengan teknologi sehingga diharapkan para mahasiswa mampu bersaing Ketika lepas dari kampus biru.
“Tantangan mahasiwa kita ke depan semakin ketat, tentunya saya berharap mereka mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mampu bersaing,” ujar HM Thamrin Noor yang juga Mantan Wakil Bupati Kotim ini.
Menurut Thamrin Noor, tantangan berat tersebut bisa diatasi dengan kreatifitas alumnus STIE Sampit daman menciptakan lapangan kerja baru.
“Saya berharap, jangan terfokus hanya untuk mencari pekerjaan sebagai honorer pemda atau ASN, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Thamrin Noor meminta, alumnus mahasiswa STIE harus merubah pola pikir untuk membuka lapangan kerja baru dan mengasah kreatifitas Ketika sudah lepas dari kampus.

“Mahasiswa STIE Sampit haruslah produktif, kreatif dan inovatif Ketika berbaur dengan masyarakat, sehingga akan mampu menciptakan lapangan kerja,” pintanya.
Hal senada diungkapkan, Muhammad Saleh yang mewakili Pjs Bupati Kotim dalam acara wisuda berharap para alumnus STIE Sampit mengerti digitalisasi.
Baca Juga : Penghuni Lapas Kelas IIB Sampit Over Kapasitas, Sebanyak 15 Narapidana Dimutasi ke Palangkaraya
“Mereka harus bisa memiliki jiwa entrepreneur dengan memanfaatkan digitalisasi, karena saat ini sudah memasuki zaman digitalisasi,” terangnya.








