MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Medco Energi Bangkanai Limited mengadakan Media Gathering bersama wartawan lokal yang berkegiatan jurnalistik di wilayah kerja Barito Utara, mengambil tempat di aula Hotel Hayak Tamara jl. A. Yani Muara Teweh, pada Rabu, 6 November 2024 pagi.
Kegiatan yang diikuti puluhan wartawan yang bernaung dibawah berbagai organisasi kewartawanan, termasuk wartawan non organisasi atau independent itu, diikuti puluhan peserta dari dalam maupun luar kota Muara Teweh.
Tema kegiatan adalah “Kolaborasi industri hulu migas bersama insan media untuk jurnalisme sehat dan berkualitas”.
Diacara ini diterangkan mengenai banyak hal berkait minyak bumi dan gas alam. Eksplorasi, pengeboran, status aset, hingga kontribusinya untuk keuangan negara dan daerah.
Kegiatan yang diisi dengan pemaparan dari berbagai narasumber yang berkompeten di bidangnya ini mendapat sambutan positif dari Pj. Bupati Barito Utara, H. Muhlis, yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat.
“Saya selaku pejabat Kepala Daerah atas nama Pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan ini. Kegiatan ini salah satunya untuk menjalin silaturahmi, komunikasi antar Pemerintah Kabupaten, Medco Energi, SKK Migas dan PWI serta stakeholder lainnya,” kata Muhlis dalam teks sambutannya yang dibacakan Yaser Arafat.
BACA JUGA : Agi Saja Dukung Program Presiden Prabowo Subianto, H. Tajeri (Gerindra) Prediksi 60 % Menang
Pj. Bupati Muhlis berharap, kegiatan Media Gathering tersebut dapat menjadi momentum apa yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Sekedar informasi, Medco Energi Bangkanai Limited adalah sebagai operator dari SKK Migas, sedangkan SKK Migas berada di bawah Kementrian ESDM.
Banyak hal yang disampaikan para pemateri dalam event spesial ini, diantaranya diterangkan bahwa Medco Energi adalah mitra dari negara, sehingga aset yang ada seperti yang terdapat pada operator sejatinya barang milik negara.
SKK (Satuan Kerja Khusus) Migas merupakan institusi yang dibentuk oleh Pemerintah yang bertugas melakukan kegiatan pengelolaan minyak bumi dan gas berdasarkan kontrak kerjasama. Agar pengambilan Sumber Daya Alam milik negara digunakan untuk kemakmuran rakyat.
Materi lain adalah disampaikannya tentang aturan mengenai eksplorasi, yaitu pada saat investor melakukan eksplorasi mencari sumber daya alam misalnya, semua beban biaya ditanggung sepenuhnya oleh investor, bukan dari pendapatan negara. Hal itu karena negara tidak mungkin menggelontorkan anggaran untuk sesuatu yang bersifat spekulatif.
Didapat juga pengetahuan tentang minyak bumi yang mengalami pengurangan, sementara gas mengalami surplus. Hanya kendalanya gas tidak seperti minyak bumi yang dapat disimpan terlebih dahulu.
Usai acara, Kalimantanlive.com mendapat kesempatan mewawancarai Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yaser Arafat, ST, MT. Menanyakan mengenai negara maju ditandai dengan adanya industri yang beragam seperti pengolahan bahan baku atau pembuatan barang jadi. Tidak hanya bergantung dari eksploitasi Sumber Daya Alam yang dapat berkurang dan habis.
Apakah kedepan ada rencana melalui pemanfaatan energi yang diproduksi oleh Medco Energi dapat dikembangkan industri lain yang beragam untuk Barito Utara sebagai daerah yang dieksploitasi? Sehingga Barito Utara tidak hanya mengharapkan pemasukan dari industri eksploitasi alam saja?










