Airin Nurmarita, Wakasek Kurikulum dan Koordinator Komponen 2 Provincial Project Implementation Unit (PPIU), turut menambahkan bahwa Program YESS memberikan ruang bagi pemuda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan.
“Kami memberikan support dalam bentuk dana hibah untuk membantu para pelaku usaha milenial di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda untuk berkembang,” jelas Airin.
Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, Andi Anwar Sadat, menambahkan bahwa Program YESS telah dilaksanakan di 19 kabupaten yang tersebar di empat provinsi, dengan fokus di Tanah Bumbu, Banjar, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan. Program ini memiliki empat komponen utama, yaitu peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, pengembangan wirausahawan muda, fasilitasi akses permodalan, dan penciptaan lingkungan usaha yang kondusif.
Sebagai bagian dari acara, dilakukan pula penyerahan penghargaan dan plakat secara simbolis kepada penerima hibah kompetitif klaster, penerima manfaat hibah kompetitif, dan inkubator bisnis yang telah berkontribusi dalam mendukung perkembangan program YESS di Tanah Bumbu.
Selain itu, acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Dr. Inneke Kusumawati, yang turut bergabung secara virtual, serta perwakilan dari Provincial Project Implementation Unit (PPIU), Project Manager YESS PPIU Kalimantan Selatan, pimpinan SKPD, camat, kepala sekolah SMK, pengusaha, dan tamu undangan lainnya.
Dengan tema “Readiness Pemerintah Daerah dalam Replikasi serta Keberlanjutan Program YESS di Kabupaten Tanah Bumbu Wilayah PPIU Kalimantan Selatan,” DMSF ke-2 ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan, serta memberi kesempatan kepada para wirausaha muda untuk tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kalimantanlive.com/Desy
Editor: elpian










