Menurut Sri, sekolah lansia bertujuan meningkatkan kualitas kelompok BKL dalam mewujudkan lansia tangguh, meningkatkan pemahaman lansia tentang konsep SMART (Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif).
Lanjut Sri, 20 peserta mengikuti wisuda terdiri dari 5 orang laki-laki, 15 orang perempuan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Farah Adhibah mengatakan lansia seorang yang telah berusia 60 tahun ke atas.
Dalam lima dekade presentase lansia di Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat yakni 9,92 persen atau sekitar 28 juta jiwa.
Baca Juga : Bupati Kotabaru Sayed Jafar Berikan Bantuan Sembako dan Uang Rp 5 Juta ke Pemilik Kios Terbakar
“Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah penduduk lansia terbanyak di dunia,” jelasnya.
Menurut data BPS tahun 2021 jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai 10,82 persen, tahun 2045 jumlah penduduk lansia di Indonesia diperkirakan mencapai seperlima dari total penduduk Indonesia.
“Kami berharap para lulusan sekolah lansia tangguh kali ini dapat menuai berbagai pelajaran yang diperolehnya selama sekolah dengan baik sehingga mampu menjadi lansia sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat hingga akhir hayat” tutupnya. (*)
Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian







