20 Warga di Kelurahan Kotabaru Tengah Diwisuda Sekolah Lansia

KOTABARU, Kalimantanlive.com – Sebanyak 20 orang warga lanjut usia (Lansia) di Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru mengikuti wisuda di Gedung Islamic Center, Kamis kemarin (7/11/2024).

Puluhan orang mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Tangguh ‘UMI’, setelah menyelesaikan sekolah lansia program Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotabaru.

Baca Juga : Meriahkan HKN Ke-60 Pemkab Kotabaru Adakan Lomba Cerdas Cermat dan Pengisian KMS

Hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra H Minggu Basuki, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatanl Farah Adhibah, Kepala SKPD, Camat Pulau Laut Sigam Pia Widya Laksmi, dan Lurah Kotabaru Tengah Heriyadi Rahman.

Foto bersama usai kegiatan wisuda sekolah lansia tangguh. (Diskominfo)

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra H Minggu Basuki mengapresiasi terlaksananya Wisuda Sekolah Lansia Tangguh ‘UMI’, salah satu pendidikan non formal.

Baca Juga : Dispersip Berikan Bimtek Tenaga Perpustakaan se-Kabupaten Kotabaru

Membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan keterampilan keluarga lansia dalam meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan lansia.

Usai kegiatan wisuda sekolah lansia tangguh program DP3P2KB Kotabaru. (Diskominfo)

“Ke depannya kita harapkan para lansia agar tetap semangat hingga sepanjang hayat. Usia tidak menjadi penghalang untuk menimba ilmu,” katanya.

Baca Juga : Cegah Stunting, DPPPAPPKB Kotabaru Lakukan Sosialisasi di Desa Rampa Lama, Kolaborasi untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Balita

Kepala DP3AP2KB Kotabaru Sri Sulistiyani mengungkapkan, sekolah lansia tangguh atau SELANTANG salah satu pendidikan non formal yang dilakukan sepanjang hayat bagi lansia.

Di Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam sekolah lansia dimulai pada 31 Juli 2024 selama tiga bulan. Dari bulan Juli sampai September 2024, sebanyak empat kali pertemuan.

“Ada 12 materi yang diberikan terkait kesehatan, keagamaan, dan sosial budaya,” katanya.