Dalam kampanye itu Akhmad Gunadi Nadalsyah juga menerangkan kepada masyarakat yang hadir, keluarganya bukanlah keluarga yang tega terhadap orang lain yang berjasa.
“Kami dari keluarga Pak Nadalsyah tidak pernah meninggalkan apalagi melupakan jasa orang lain,” jelas Akhmad Gunadi Nadalsyah dengan raut wajah serius.
Adapun Sastra Jaya yang berbicara berikutnya mengatakan, kita harus melupakan masa lalu untuk menatap masa depan dan tidak menengok lagi kebelakang supaya dapat terus maju ke depannya.
Di kampanye itu juga diungkap oleh Akhmad Gunadi Nadalsyah mengenai pihak tertentu yang membuat kesan seolah-olah anggaran pada masa H. Nadalsyah sangat tinggi dan sangat banyak, lalu dihubungkannya dengan program pasangan calonnya saat ini.
“Anggaran waktu H. Nadalsyah hanya 1400 Milyar. Namun dapat terdongrak hampir dua kali lipat pada masa akhir jabatannya 2023 – 2024, sehingga sekarang 2.700 milyar,” kata Akhmad Gunadi Nadalsyah.
Dari desa Lampeong, dihari yang sama, rombongan kampanye Agi Saja berangkat lagi ke desa Benangin 5. Disinilah pendukung Agi Saja luar biasa banyaknya yang hadir. Tempat ini adalah salah satu “prestasi kampanye” Paslon Agi Saja, kendati di desa lainnya pun juga membeludak.
Pasangan AGI SAJA mengangkat tentang janji kampanye yang tidak realistis dan hanya bisa membuat publik berkhayal. Agi Saja tidak akan meluncurkan program kampanye yang demikian.
“Kami pun bisa menjanjikan yang dapat membuat Bapak Ibu terpesona. Listrik gratis dibayar Pemerintah Kabupaten, PDAM gratis, kuliah gratis bahkan sampai ke luar negeri. Nanti manakala setelah menjabat tidak bisa diwujudkan karena terbentur peraturan tinggal jawab, karena peraturan pusat program kita tidak bisa terlaksana” kata Sastra Jaya membuka pikiran warga.
Setelah melayani foto-foto bersama warga, rombongan AGI SAJA kembali kantor pusat pemenangannya di Muara Teweh sore hari dan tiba pada malam harinya.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










