MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Tinggal beberapa hari lagi Debat Publik Ke 2 Pilkada Barito Utara, Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya semakin menunjukkan peningkatan jumlah arus massa pendukungnya dibeberapa tempat kampanye.
Pemandangan tersebut terpotret dari banyaknya kehadiran warga masyarakat yang hadir di dua titik lokasi kampanye mereka di desa Lampeong dan Benangin 5, pada Kamis, 7 November 2024.
Lapangan desa yang dipenuhi sesak manusia, menunjukan di wilayah tersebut pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Barito Utara itu punya daya tarik kuat dihati masyarakat setempat.
Kalimantanlive.com mencoba secara langsung menanyakan kepada 4 orang warga masyarakat sebagai sampel analisa kecil-kecilan. Dengan kriteria, sumbernya tidak beratribut Paslon sama sekali dan berada jauh dari lokasi kampanye. Untuk maksud mengambil pendapat dari seseorang yang tidak terlalu antusias.
BACA JUGA : Debat Pilkada Barito Utara, Gogo Helo Janjikan Sekolah Gratis Hingga Kuliah, Apa Program Beda Agi Saja?
Bagaimana menurut seorang yang tidak antusias sekalipun terhadap Paslon Agi Saja?
Alhasil, di desa Lampeong dan Benangin V warga yang ditanyai mengaku, bahwa yang terbanyak dipilih oleh warganya memang adalah pasangan AGI – SAJA. Lebih tegas lagi mereka menyebut, pasangan calon lain sepi pendukung di desanya. Tentu saja ini hanya sebatas analisa tanpa metodologi survei.
Dalam kampanye AGI SAJA di desa Lampeong, seorang tokoh masyarakat setempat bernama Syahrum mengisahkan, bagaimana H. Nadalsyah (Koyem) calon Gubernur Kalteng saat ini berhasil mengadakan fasilitas listrik di desanya yang sebelumnya gelap gulita tanpa penerangan.
Paslon Agi Saja di desa ini disambut dengan tarian penyambutan dari Sanggar Tari setempat dan pengalungan selendang oleh penari.
Paling menarik dari kampanye AGI SAJA di Desa Lampeong adalah ketika Jiham Nur, anggota DPRD dari fraksi Partai Demokrat, menceritakan kronologi salah seorang mantan Wakil Bupati Fulan (Anu) yang menyeberang ke Paslon tertentu.
Jiham Nor blak-blakan meluruskan dan menampik isu, bahwa pada awalnya Akhmad Gunadi Nadalsyah direncanakan berpasangan dengan mantan Wakil Bupati itu. Namun tanpa angin tanpa hujan sang Mantan Wakil Bupati “dibuang” begitu saja, digantikan dengan orang lain (Sastra Jaya).
Karena itulah si Mantan Wakil Bupati merajuk dan pindah bergabung ke Paslon lain.
Menurut Jiham Nur, perpindahan itu diduga karena perasaan kecewa yang begitu mendalam saja, karena istri sang Mantan Wakil Bupati Fulan tidak dapat menjadi Anggota DPRD.
“Begini cerita yang sebenarnya. Pak Mantan Wakil Bupati tersebut menghubungi Pak H. Nadalsyah (Koyem) supaya istrinya yang minim suara atau kalah pada Pileg (Pemilu Legislatif) yang lalu dapat duduk di DPRD. Caranya dengan mengurangi jumlah perolehan suara Pak Patih Herman,” beber Jiham Nur kepada masyarakat yang hadir.
Rupanya permintaan tak wajar tersebut ditolak oleh H. Nadalsyah, maka disinilah titik awal kekecewaanya muncul.
“Pak Koyem menjawab, Saya tidak bisa membantu Bapak dan Istri seperti itu. Membodohi Pak Patih Herman, sedangkan ipar saya saja (Surianur) yang selisihnya hanya 3 suara dari Jiham Nur tidak bisa saya bantu (jadi anggota DPRD), apalagi istri Bapak yang selisihnya lebih 50 suara dari Patih Herman,” ungkap Jiham Nur mengisahkan dialog H. Nadalsyah pada waktu itu.
Lalu si mantan Wakil Bupati menjawab, “Kalau sampeyan tidak bisa membantu istri saya, saya mundur jadi Wakil Bang Agi (Akhmad Gunadi Nadalsyah)” kata dia.
Setelah dialog tersebut pulanglah sang mantan Wakil Bupati itu ke Palangka Raya selama beberapa bulan.








