Dinkes Kotabaru Masih Diharapkan Merealisasikan Penyediaan Serum Anti Bisa Ular

KOTABARU, Kalimantanlive.com – Masih ingat, gigitan King Cobra beberapa tahun silam dialami seorang anak hingga tewas, terjadi di Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal serupa juga pernah dialami Syamsudin, personel dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran saat melakukan evakuasi King Cobra di perkarangan rumah salah seorang warga. Peristiwa itu terjadi setahun lalu.

Baca Juga : Bertaruh Nyawa Hadapi King Cobra, Rajudinoor Berharap Punya Kesediaan Antibisa

Beruntung Syamsudin masih selamat dari gigitan ular dikenal sangat berbisa tersebut. Saat terkena gigitan, ia masih menggunakan sarung tangan, sehingga bisa ular tidak terlalu banyak masuk ke tubuhnya.

Terbaru, King Cobra menggigit seorang ibu rumah tangga (IRT), Watini. Kejadian terjadi di warung miliknya di Jalan H Hasan Basri, Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Baca Juga : Cobra Gigit Personel The Rescue Nine Damkar Kotabaru, Simak Penjelasan Rajudinoor

Akibat gigitan reptil ganas itu, Watini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru.

Belajar dari pengalaman beberapa kejadian yang masih membenak di pikiran. Menyusul tingginya eksistensi kegiatan penyelamatan dilakukan personel Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.

Seiring banyaknya laporan-laporan masyarakat mengenai gangguan hewan liar terutama, ular kerap masuk ke permukiman dan rumah penduduk.

Tingginya resiko dihadapi personel saat melakukan evakuasi. Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran H Akhmad Rajudinoor mengatakan, berupaya untuk memberikan perlindungan petugas dan masyarakat yang berkonflik dengan hewan tersebut.