Sementara itu Pj Bupati Barito Utara, H. Muhlis, yang diwawancarai Kalimantanlive.com usai acara, menyampaikan rasa syukurnya acara debat publik dapat berjalan dengan baik dan sukses.
Muhlis menganggap acara debat ini adalah debat yang menarik dan seluruh calon adalah calon pemimpin yang potensial,
“Kita berharap masyarakat kita damai semasa tahapan ini. Tidak boleh memprovokasi atau terprovokasi. Tidak boleh sampai terpecah belah. Semua harus melihat sebagai kepentingan bersama,” harap Muhlis.
Pj Bupati Muhlis juga berpesan supaya masyarakat menghindari berita hoax dan SARA yang pasti berujung pada kerugian masyarakat sendiri.
Di acara paling mendapat perhatian publik Barito Utara ini, Kalimantanlive.com mendapat kesempatan mewawancarai presenter nasional cantik dan jurnalis intelektual yang menjadi moderator acara debat publik Pilkada Barito Utara tersebut. Ia adalah Elvira Khairunnisa.
Dari penuturan produser eksekutif TV nasional tersebut kepada Kalimantanlive.com, debat ini adalah kesempatan terakhir dalam bentuk forum debat untuk mengetahui program kerja Paslon. Ditambahkannya lagi, debat kali ini sebenarnya lebih menarik daripada debat pertama.
“Lebih banyak gagasan dan program kerja yang disampaikan, kemudian lebih kongkrit,” ucap Elvira.
Lebih jauh Elvira berharap program kerja para Paslon dapat menyentuh semua masyarakat di segala sektor, sehingga tidak hanya janji-janji saja.
Elvira Khairunnisa saat ini merupakan produser eksekutif di CNN Indonesia TV. Pada tahun 2004 ia pernah menjadi Reporter Metro TV, kemudian tahun 2007 bergabung dengan TV ONE sebagai presenter dan produser. Ia bergabung lagi dengan CNN Indonesia TV tahun 2015.
Menjadi moderator debat sudah sejak lama dilakoni Elvira Khairunnisa. Pada tahun 2015 sewaktu di TV ONE, ia sudah berkeliling di beberapa daerah. Baru-baru ini, ia menjadi moderator di Timur Tengah Selatan dan yang terbaru adalah di Barito Utara ini.
Debat ini dihadiri selain oleh Pj Bupati Barito Utara juga dihadiri pejabat teras Barito Utara, para jurnalis/wartawan dan simpatisan masing-masing Paslon yang dibatasi jumlahnya.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










