Johansyah menilai bahwa identitas budaya merupakan aset penting yang mampu menciptakan ciri khas bagi destinasi wisata.
“Memperkuat nilai-nilai lokal akan memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih mendalam bagi wisatawan, sekaligus mempertahankan tradisi yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Johansyah menyebutkan bahwa sinergi dari berbagai pihak dapat menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Ia percaya bahwa pariwisata yang berbasis kearifan lokal merupakan investasi jangka panjang yang tak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Dengan adanya kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat membangun destinasi wisata yang memikat sekaligus memberi manfaat nyata bagi perekonomian lokal,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/efendi







