VIRAL! Dugaan Pelecehan di Tempat Terapi Alternatif Kalimantan Selatan, “Aku Nggak Tahu Harus Lapor Kemana?”

Dalam cuitannya, ia juga membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp di mana kerabatnya mengaku dipegangi oleh tiga orang laki-laki yang bukan mahram. Ketika memanggil ibunya, ia malah dibentak.

“Tanganku dibaluri sesuatu yang aku gak tahu, tapi jijik banget. Dipaksa ini-itu, dibentak, dilecehkan. Dari awal aku sudah tahu itu tempat sesat, tapi aku dipaksa!” tulis korban.

Cuitan tersebut langsung mendapat perhatian warganet. Banyak yang menuding tempat kejadian adalah milik akun @guru_achmad_junaidi_bjm. Akibat tuduhan itu, guru_achmad_junaidi_bjm pun angkat bicara.

Ia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. Bahkan, ia menawarkan sayembara bagi yang bisa mengungkap identitas pemilik akun @helloisxe.

“Karena akun itu sudah mencoreng dan merusak nama baik kami bersama tim. Kalau pemilik akun itu meminta maaf secara publik, kami akan mencabut laporan ke polisi. Kami sebenarnya tidak ingin ribut,” tulisnya melalui Instagram.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan di media sosial. Banyak pihak yang menyarankan korban untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang agar dapat diproses sesuai hukum.

Keberatan

Merespons tuduhan tersebut, Guru Junaidi yang mengaku pemilik terapi alternatif itu menyatakan keberatan dan mengambil langkah untuk mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Guru Junaidi membantah keras tuduhan itu dan menyatakan bahwa apa yang diposting oleh akun X “ayaya” tidak benar.

Ia bahkan mengumumkan sayembara berhadiah uang sebesar Rp10 juta bagi siapa saja yang dapat melacak keberadaan akun tersebut untuk meminta maaf.

“Kita hari ini sudah melakukan pelaporan di Satreskrim Polresta Banjarmasin terhadap akun X bernama Ayaya,” ucap Guru Junaidi usai membuat laporan pada pihak kepolisian, Rabu (13/11/2024).

(Kalimantanlive.com/Lina)

editor : TRI