BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Media sosial kembali diramaikan oleh cuitan yang diunggah oleh “ayaya” melalui akun @helloisxe di aplikasi X (Twitter, red), yang menyampaikan dugaan pelecehan yang dialami seorang kerabatnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Guys, tolong aku udah bingung banget sama masalah ini. Ini sebenarnya menimpa saudaraku, bukan aku pribadi. Awalnya dia gak mau spill nama tempatnya karena takut. Tapi aku gak mau hal ini kejadian lagi ke orang lain. Aku enggak tahu harus lapor kemana,” tulisnya.
# Baca Juga :Jadi Korban Pelecehan, Kakak Adik di Malang Kejar dan Rekam Pelaku yang Kabur Pakai Motor
# Baca Juga :Oknum Satpol PP Banjarmasin Lakukan Pelecehan Verbal kepada Warga, Muzaiyin: Terbukti Kita Tindak
# Baca Juga :VIRAL Video Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Mengatasnamakan Fakultas Teknik, Petinggi ULM Turun Tangan!
# Baca Juga :Tak Terima Jadi Tersangka Pelecehan Kontestan Miss Universe, Sarah Tetap Dijebloskan ke Penjara
Ia menceritakan bahwa kerabatnya sudah lama menderita sakit, dan ibunya sudah berusaha keras mencari pengobatan, mulai dari cara medis hingga alternatif. Terakhir, kerabatnya mulai berobat ke psikiater dan mengalami kemajuan, meskipun belum sepenuhnya sembuh.
Namun, sang ibu kemudian mendapatkan informasi dari TikTok tentang sebuah tempat terapi alternatif. Meski tak bermaksud meremehkan, ia menjelaskan bahwa ibunya sangat mempercayai hal-hal spiritual.
“Ibu ini tipikal yang kalau tes kerja aja harus pakai pensil yang sudah didoakan habib,” ujarnya, menggambarkan keyakinan ibu dari kerabatnya.
Kerabatnya pun akhirnya dibawa ke tempat tersebut. Sebelumnya, ia sudah pernah mengikuti rukiyah, namun kali ini ia menemukan banyak kejanggalan.
Terapis yang menangani adalah seorang laki-laki, sedangkan biasanya rukiyah dilakukan oleh sesama jenis. Selain itu juga diminta membuka jilbab oleh terapis yang berpakaian alim, yang semakin membuatnya curiga.
“Dia sudah merasa ada yang aneh sejak awal dan sebenarnya ingin menolak. Namun, ibunya yang mungkin sudah putus asa tetap memaksa melanjutkan,” tuturnya.










