Dir Polairud Polda Kalsel Ajak Masyarakat Melestarikan Ekosistem Laut Kotabaru

Selain sebagai negara kepulauan, posisi yang tepat berada di garis Khatulistiwa juga merupakan salah satu faktor yang menjadikan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat banyak khususnya di perairan.

Sesuai misi pemerintah pada (Asta Cita) tentang memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Baca Juga : Satlantas Polres Kotabaru Ingatkan Cara Penggunaan Helm yang Benar ke Pengendara

Jajaran Korpolairud Baharkam Polri mendukung untuk tercapainya ekonomi biru dengan menjamin kepastian atas kelestarian lingkungan laut dan ekosistem bahari, dimana wilayah perairan Indonesia merupakan bagian dari wilayah segitiga karang dunia dan disebut sebagai the amazon of the ocean, yang tepat berada di bawah perairan Indonesia.

Menurut Andi Adnan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia luas terumbu karang di perairan Indonesia saat ini mencapai 2,5 juta hektare, dengan jumlah spesies mencapai 569 spesies. Namun sangat disayangkan sekitar 33,82 % diantaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Tentu kerusakan terumbu karang tersebut tidak repas dari semakin meningkatnya aktifitas yang dilakukan manusia, pemanasan global (global warming), limbah dan sampah yang mengalir ke laut, pencarian ikan dengan menggunakan bom, racun ikan, setrum serta kapal-kapal yang menurunkan jangkar bukan pada tempatnya mejadikan salah satu faktor terbesar rusaknya ekosistem terumbu karang di Indonesia saat ini.

Selain itu, minimnya edukasi kepada seluruh lapiskan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem terumbu karang masih dirasa sangat kurang.