BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Plh Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Roy Rizali Anwar, secara resmi meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber dalam sebuah acara yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (18/11/24).
Acara ini dihadiri Deputi Bidang Keamanan Siber, Sandi Pemerintahan, dan Pembangunan Sumber Daya Manusia BSSN, Sulistyo, mewakili Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Roy menegaskan, pembentukan CSIRT merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Kalsel MAJU melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan berbudi pekerti luhur.
BACA JUGA:
Diskominfo Kalsel Bahas Program Unggulan 2025 di Rapat Kerja Bersama Komisi I DPRD Kalsel
“Peluncuran CSIRT ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa keamanan siber menjadi prioritas nasional. Dengan dukungan BSSN, kita berharap tim ini mampu meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di era digital,” ujar Roy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BSSN atas kontribusi dan dukungan terhadap penguatan keamanan siber di Kalsel. Sebelumnya, CSIRT telah dibentuk di 9 kabupaten/kota di Kalsel.
Kini, dengan peluncuran di 4 wilayah tambahan—Barito Kuala, Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara—semua 13 kabupaten/kota di Kalsel telah memiliki CSIRT.
Deputi BSSN, Sulistyo menyatakan bahwa CSIRT memiliki peran vital dalam menjaga keamanan ruang digital, tidak hanya saat insiden terjadi tetapi juga dalam langkah pencegahan.
“Kami sangat mendukung pembentukan CSIRT di Kalsel sebagai garda terdepan pengamanan siber di wilayah ini,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muslim, menyebutkan bahwa langkah ini didasari Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
“Kami optimis, dengan tim CSIRT di seluruh kabupaten/kota, upaya pengamanan ruang digital akan semakin solid. CSIRT akan menjadi ujung tombak dalam melindungi keamanan siber di Kalsel,” jelas Muslim.










