RIO DE JANEIRO, Kalimantanlive.com– Sebagai perpaduan representatif dari perekonomian-perekonomian utama dunia, Kelompok 20 (Group of 20/G20) telah menjadi forum utama yang dijadikan acuan oleh dunia di tengah gejolak dan krisis ekonomi global saat ini.
Dengan pemahaman menyeluruh terkait peran unik G20, Presiden China Xi Jinping secara konsisten mendukung upaya bersama G20 untuk menganut semangat “berlayar di perahu yang sama” dan bergandengan tangan untuk menunaikan tugas masing-masing.
“Semua anggota G20 harus memikul tanggung jawab yang melekat sebagai aktor internasional dan regional utama, dan wajib memimpin dengan memberikan contoh dalam mendorong pembangunan semua negara, meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, serta mendorong kemajuan di seluruh dunia,” ujar Xi pada suatu kesempatan.
BACA JUGA: Presiden Xi Jinping Kesal, Marahi PM Kanada Trudeau di KTT G20 Bali, Ini Luapan Kekesalannya
Kini, saat Xi bergabung dengan para pemimpin dunia lainnya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-19 di Brasil, komunitas internasional sangat menantikan untuk melihat bagaimana mereka akan mengatasi ketidakpastian besar yang tengah melanda dunia saat ini. Terutama, solusi-solusi apa yang akan diusulkan oleh China untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak.

Bangkit untuk Menghadapi Tantangan
Pada November 2008, para pemimpin G20 berkumpul untuk KTT pertama mereka di Washington DC, Amerika Serikat. Saat itu, mereka tengah berjuang menghadapi krisis keuangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan memperjuangkan upaya kolektif, kelompok ini berhasil menghindarkan ekonomi dunia dari jurang krisis dan menempatkannya ke jalur pemulihan.
Dalam beberapa tahun terakhir, China bergabung dengan negara-negara anggota G20 lainnya dalam menangani krisis besar lain, yakni pandemi global terparah dalam seabad terakhir dan kemerosotan ekonomi yang ditimbulkannya. Kali ini, pertempurannya bahkan lebih berat. Seperti yang diamati Xi, dampaknya bahkan lebih buruk dari badai ekonomi pada 2008.
Untuk meremajakan pemulihan ekonomi global pascapandemi, Xi menyerukan kepada semua anggota G20 untuk menjawab tantangan tersebut, meningkatkan koordinasi kebijakan makroekonomi internasional, bersama-sama menstabilkan rantai industri dan pasokan global, serta mengurangi hambatan perdagangan, termasuk tarif.
“Sangat penting bagi kita untuk menerapkan resep yang tepat guna mengatasi gejala dan akar penyebab permasalahan yang kita hadapi,” tutur Xi dalam KTT G20 pada 2021.







