Kontribusi Xi bagi G20 merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk “tatanan dunia yang lebih adil, lebih bersatu, lebih efektif, dan lebih berkelanjutan,” seperti yang pernah disampaikan Pierre Defraigne, direktur eksekutif Madariaga-College of Europe Foundation.
Bersama-sama Menciptkan Dunia yang Lebih Baik
“Apa yang salah dengan dunia ini, apa yang perlu kita lakukan?” Xi mengajukan “pertanyaan pada zaman kita” dalam KTT G20 di Bali, setelah pertama kali mengajukan pertanyaan serupa di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) pada 2017 di Davos, Swiss.
“Perekonomian dunia semakin rapuh. Situasi geopolitik masih tegang. Tata kelola global sangat tidak memadai. Krisis pangan dan energi saling memperburuk satu sama lain. Semua ini menimbulkan tantangan yang berat bagi pembangunan kita,” tuturnya.
BACA JUGA: Dorong Pengembangan Ruang Angkasa Komersial, Beijing Luncurkan Proyek Rocket Street
G20 mewakili dua pertiga populasi dunia dan menyumbang hampir 90 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global, serta 80 persen perdagangan dunia. Oleh karena itu, menurut Xi, G20 memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran utama dalam menuntun dunia melewati masa sulit saat ini dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.
“Menghadapi berbagai tantangan global, seluruh negara berada di perahu yang sama dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah bekerja sama dan memperkuat kerja sama,” ujar Xu, akademisi CICIR.
“Selama anggota G20 bersatu, mereka akan membawa harapan bagi dunia untuk menyelesaikan masalah-masalah global.”
Sebagai pemimpin perekonomian terbesar kedua di dunia, Xi membuktikan ucapannya dengan tindakan. Meskipun proteksionisme semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, Xi tetap teguh membela globalisasi dan mendorong pembangunan perekonomian dunia yang terbuka.







