Di KTT Osaka pada 2019 lalu, bertentangan dengan tekanan unilateralisme dan proteksionisme yang kuat, Xi mengumumkan lima langkah utama untuk lebih lanjut membuka pasar China, termasuk meningkatkan impor dan memberikan perlakuan yang sama kepada semua jenis bisnis.
Di bawah kepemimpinannya, China tetap menjadi mesin utama bagi pertumbuhan ekonomi global, berkontribusi sekitar 30 persen dari pertumbuhan dunia selama bertahun-tahun.
BACA JUGA: Cendekiawan Islam Indonesia Puji Pencapaian China Lestarikan Keberagaman Masyarakat di Xinjiang
Mengenai “pertanyaan pada zaman kita,” Xi memilki jawabannya sendiri, yaitu membangun sebuah komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. Pada KTT Bali, Xi menyerukan kepada semua negara untuk merangkul visi tersebut, serta mengadvokasi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Selama satu dekade terakhir, China telah mengontribusikan kekuatannya untuk visi besar ini dengan keyakinan yang kuat dan tindakan yang solid. Seperti Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) sebagai contoh nyata.
Hingga saat ini, 150 lebih negara dan 30 lebih organisasi internasional telah menandatangani dokumen-dokumen kerja sama dengan Beijing di bawah BRI. Hal itu membuktikan dari daya tarik globalnya yang terus meningkat.
Sebagai landasan penting untuk membangun sebuah komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, Xi dalam beberapa tahun terakhir telah mengusulkan tiga inisiatif global, yakni Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global, dan Inisiatif Peradaban Global, menawarkan solusi China terhadap berbagai tantangan utama global yang berkaitan dengan perdamaian dan pembangunan.
“Di zaman yang penuh dengan ketakutan, irasionalitas, dan kebingungan, Xi Jinping dengan tepat menyerukan pendekatan rasional guna menyelesaikan isu-isu yang sedang kita hadapi bersama,” ujar David Gosset, pakar urusan internasional Prancis sekaligus pendiri Forum Eropa-China, seraya menambahkan bahwa keterbukaan dan prediktabilitas China kini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dunia yang penuh dengan risiko dan ketidakpastian.
Sumber: Xinhua
Kalimantanlive.com







