Debat Kedua Pilbup HSU: Tiga Paslon Adu Gagasan Bahas Penanganan Disabilitas dan Sorotan KKN

HULU SUNGAI UTARA, Kalimantanlive.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menggelar debat publik kedua pemilihan Bupati dan Wakil Bupati setempat, di Gedung Suryanata, Kamis (21/11/24).

Rangkaian debat kedua ini yang diikuti ketiga pasangan calon untuk adu gagasan, yakni Hormansyah – Surya Iman Wahyudi (Paslon 1), Husairi Abdi – Didi Buhari (Paslon 2), dan Sahrujani – Hero Setiawan (Paslon 3).

Adapun isu yang diangkat dalam tema debat tersebut, yakni korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi salah satu sorotan utama dalam debat.

BACA JUGA:
Ikuti Debat Pilbup HSU 2024, Ketua DPRD Kalsel Harap Masyarakat Lebih Mengenal Visi Misi Paslon!

BACA JUGA:
Dugaan Pelanggan Cabup 02 Bupati Banjar, Kuasa Hukum: Laporan Kami Dilimpahkan, Laporan Lain Ditangani Bawaslu, Ada Apa?

Mengangkat isu ini, paslon nomor urut 1, Hormansyah – Surya mempertanyakan langkah Paslon 2, Husairi – Buhari, terkait penanganan KKN di pemerintahan.

Menanggapi hal tersebut, Husairi menjelaskan bahwa penanganan KKN memerlukan pengawasan ketat serta pengaktifan peran lembaga sosial.

Ia juga menekankan pentingnya integritas pimpinan daerah sebagai langkah awal pencegahan.

“Untuk mengantisipasi KKN, sikap amanah harus ditanamkan dalam diri masing-masing. Hal ini akan berdampak positif dan memberikan ketenangan agar tidak tergoda melakukan pelanggaran,” kata Husairi.

“Pengawasan ketat melalui regulasi dan peran lembaga sosial sangat penting. Karena yang sering terjadi, pelaku korupsi justru adalah kepala daerah itu sendiri. Ini harus diantisipasi dengan serius,” tambah Calon Wakil Buhari.

Tidak hanya KKN, isu penanganan penyandang disabilitas juga menjadi perdebatan terakhir tersebut.

Seperti paparan visi yang disampaikan Paslon nomor urut 3, Sahrujani – Hero yang ingin membangun infrastruktur ramah disabilitas serta memastikan alokasi anggaran yang setara untuk kaum difabel.

“Visi kami adalah HSU yang berkeadilan. Kami berkomitmen untuk membuat infrastruktur ramah disabilitas dan menyamakan alokasi APBD bagi teman-teman difabel,” ujar Sahrujani.

Pernyataan ini ditanggapi Paslon 1, Hormansyah – Surya, yang menawarkan solusi lain berupa penyediaan panti pelatihan keterampilan bagi kaum difabel.

“Penting bagi kami untuk memberikan wadah khusus bagi penyandang disabilitas, tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat pembinaan. Mereka akan dilatih keterampilan hingga mampu membuka usaha sendiri, bahkan kami siap memberikan modal,” kata Hormansyah.