KALIMANTANLIVE.COM – Data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan realitas tragis yang terus membayangi perempuan di seluruh dunia. Pada tahun 2023, rata-rata satu perempuan dibunuh setiap 10 menit oleh pasangan atau keluarganya sendiri, sebagaimana dilaporkan oleh UNODC dan UN Women pada Senin (25/11/2024).
85 Ribu Perempuan Tewas Akibat Kekerasan
Menurut laporan gabungan itu, sekitar 85.000 perempuan dan anak perempuan tewas akibat kekerasan di seluruh dunia sepanjang tahun lalu. Dari angka tersebut, sekitar 60 persen atau lebih dari 51.000 korban tewas di tangan orang-orang terdekat seperti pasangan atau kerabat mereka sendiri.
# Baca Juga :Polres Balangan Tahan Pelaku KDRT di Kecamatan Juai, Hajar Istri dengan Gagang Sapu
# Baca Juga :Wali Kota Resmikan Call Center 24 Jam Banjarmasin, Ada KDRT, Ular Cepat Telepon 112
# Baca Juga :Kasus KDRT Terhadap Istri Meningkat & Kekerasan Anak Turun, Ada Apa dengan Para Suami di Banjarmasin?
“Rumah masih menjadi tempat paling berbahaya bagi perempuan dan anak perempuan,” bunyi laporan tersebut.
140 Perempuan Dibunuh Tiap Hari
Statistik mencengangkan ini setara dengan 140 korban per hari. Meski pria menjadi korban pembunuhan empat kali lebih banyak, mayoritas kasus mereka dilakukan oleh orang asing. Sebaliknya, perempuan lebih sering menjadi korban kekerasan fatal dari orang-orang terdekat.
Afrika Paling Parah, Eropa Terendah
Afrika menjadi wilayah dengan tingkat kekerasan tertinggi, mencatat 21.700 kasus pembunuhan perempuan oleh orang dekat pada 2023. Sementara itu, Eropa memiliki jumlah korban terendah dengan 2.300 kasus, diikuti oleh Asia.
Ketidaksetaraan Gender Jadi Akar Masalah
PBB menyoroti bahwa kekerasan terhadap perempuan terus terjadi akibat ketidaksetaraan gender yang mengakar, bias budaya, dan stereotip berbahaya. Direktur Eksekutif UNODC, Ghada Waly, menekankan pentingnya membongkar norma sosial yang melanggengkan kekerasan.
“Kita harus menghadapi dan menghapus ketimpangan kekuasaan serta bias gender yang berbahaya,” ujarnya.







