Pemprov Kalsel Berikan Strategi Atasi Banjir Lewat Kajian Pemetaan Daerah Rawan Banjir

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan berikan beberapa strategi dalam mengatasi Banjir pada seminar akhir lajian pemetaan daerah rawan banjir di Kalimantan Selatan.

Plt Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Safitri mengatakan pada bulan Januari 2021 yang lalu, Provinsi Kalimantan Selatan mengalami kejadian banjir yang parah.

# Baca Juga :Kepala BKD Kalteng Katma F Dirun Tegaskan Netralitas ASN saat Apel Gabungan Pemprov di Palangkaraya

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Bakal Lelang Jabatan Kadis PUPR, Plh Gubernur Sebut-sebut Dinas yang Ditinggal Acil Odah

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Apresiasi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Air Minum Bandarmasih

# Baca Juga :Pemprov Kalsel Dorong Peran Masyarakat dalam Pengembangan Cadangan Pangan untuk Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Meskipun pada faktanya, banjir merupakan kejadian berulang yang terjadi pada hampir setiap musim hujan, hanya saja biasanya skala kejadiannya kecil dan hanya berdampak pada beberapa wilayah di dalam satu kabupaten.

“Banjir memberikan dampak yang negatif yang cukup besar terhadap sosial ekonomi masyarakat yang terkena bencana banjir,” ucapnya di Banjarbaru, Senin (25/11/2024).

Dirinya menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan dalam menanggulangi banjir di Kalimantan Selatan, namun dalam kenyataannya bencana banjir masih kerap terjadi, Hal ini terjadi karena penanggulangannya masih besifat parsial dan belum terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Untuk itulah diperlukan adanya perencanaan dan kerjasama antar wilayah sekitar untuk menanggulangi terjadinya banjir di wilayah Kalimantan Selatan, hal ini mengingat bencana banjir tidak dibatasi oleh wilayah administrasi.

Pihaknya mengatakan dalam kajian kali ini Pemprov Kalsel bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan untuk menyusun Strategi dam Rekomendasi dalam mengatasi Banjir di Kalimantan Selatan.

“Ada empat peneliti yang melakukan kajian ini yaitu M Arief Anwar, Syam’ani, Annida dan Megayulia Nooryaneti. Yang mana para peneliti sebelumnya sudah terjun langsung ke Kabupaten/Kota untuk mengumpulkan data di lapangan,” terangnya.