Revitalisasi ini juga diharapkan menjadi proyek padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menjadikan pasar tradisional lebih kompetitif.
Pasar yang memenuhi standar kelayakan, kebersihan, dan higienitas diharapkan mampu bersaing dengan pasar modern.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gelar Rakor TPPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan
Sebagai contoh, pasar bersertifikasi SNI seperti Pasar Adaro dan Pasar Pandu dapat dijadikan teladan bagi pasar lainnya di Kalsel.
Saat ini, jumlah pasar bersertifikasi SNI masih terbatas, dengan hanya 1-2 pasar di setiap kabupaten/kota dan 5 pasar di Kota Banjarmasin.
“Perhatian terhadap pasar sangat penting untuk menjaga keamanan pangan dan mencegah hama serta penyakit. Harapan kami, semua pasar di Kalsel bisa memenuhi standar SNI ke depannya,” pungkas Sutikno.
Sumber: MC Kalsel







