Ketua Tim Pemenangan Yamin-Ananda, Didi Darmadi, juga menanggapi dengan sikap yang serupa. Menurutnya, isu tersebut hanya bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi menjelang hari pemilihan.
“Mungkin nanti malam kami akan berkonsultasi untuk menentukan tindak lanjutnya. Tapi yang jelas, bagi kami itu cuma isu biasa,” ujar Didi.
Ia pun menilai bahwa isu tersebut mencuat pada waktu yang tidak wajar, yakni di minggu-minggu terakhir masa tenang.
“Alhamdulillah selama kurang lebih tiga bulan masa kampanye, masyarakat Banjarmasin mungkin semua melihat dan merasakan sendiri. Tidak ada suasana yang kurang nyaman. Malah baru di minggu-minggu terakhir ada isu-isu seperti itu,” jelasnya.
Didi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menuduh siapa siapa dan tetap mengedepankan prinsip pilkada damai.
“Kami juga tidak ingin menuduh siapa yang menggoreng isu ini. Kita sudah sama-sama menyepakati kalau pilkada kali ini kita menginginkan pilkada damai. Itu yang harus sama-sama kita pegang,” ucapnya.
Kedua pihak sepakat untuk tidak terburu-buru mengambil tindakan sebelum berdiskusi dengan tim hukum mereka.







