“Sampah di Kalsel jauh lebih sedikit dibandingkan kota besar seperti Jakarta yang mencapai 8.000 ton per hari. Namun, kondisi TPS yang hampir penuh menunjukkan perlunya penguatan sistem pengelolaan sampah,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, pada 2024 tingkat pengelolaan sampah mencapai 78,88 persen dari total timbulan sampah 550.914,51 ton.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel dan Forkopimda Pantau Pilkada Serentak di Tiga Wilayah Banjar
Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 78,66 persen dari total sampah 622.660,92 ton. Namun, sampah yang tidak terkelola masih mencapai 21,12 persen pada 2024.
Plt Gubernur Kalsel, Muhidin, menyatakan komitmennya untuk menangani masalah ini secara langsung. Ia berencana mengunjungi seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Kalsel bersama para kepala daerah dan Dinas Lingkungan Hidup setempat.
“Kami akan turun ke TPA di seluruh Kalsel bersama bupati, walikota, dan kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota untuk mencari solusi terbaik bagi pengelolaan sampah,” tegas Muhidin.
Sumber: MC Kalsel







