Lebih lanjut, H. Muhidin menyatakan bahwa kearifan lokal masyarakat Dayak mengandung filosofi pembangunan berkelanjutan, seperti pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, sistem sosial yang mengutamakan kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual yang mendalam. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk pembangunan Kalsel.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga mengharapkan kontribusi nyata LPDN dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah, melalui penguatan kapasitas pendidikan, pengembangan keterampilan ekonomi, dan pembangunan jejaring sosial. H. Muhidin menekankan bahwa upaya tersebut memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
“LPDN tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga harus turut membangun masa depan Kalsel yang bermartabat, berkarakter, dan berdaya saing global,” pesan H. Muhidin.
Plt. Gubernur Kalsel juga berpesan kepada para pengurus LPDN agar terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, yang merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. LPDN, menurutnya, tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus menjadi bagian integral dari ekosistem pembangunan daerah.
Kolaborasi antara organisasi, instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan terobosan strategis dalam pemberdayaan masyarakat Dayak.
Sumber: Adpim







