KALIMANTANLIVE.COM – Mahmoud Almadhoun, koki Gaza yang dikenal sebagai pendiri Gaza Soup Kitchen, tewas mengenaskan akibat serangan pesawat tak berawak Israel, Sabtu (30/11/2024).
Almadhoun yang menjadi simbol harapan bagi pengungsi Palestina kehilangan nyawanya saat memberikan bantuan makanan kepada korban konflik di Rumah Sakit Kamal Adwan, Gaza Utara.
# Baca Juga :Pjs Wali Kota Banjarbaru Nurliani Dardie Dukung Aksi Solidaritas Gerakan Umat Kalsel Peduli Palestina
# Baca Juga :Donasi untuk Palestina, UPZ Bank Kalsel Kumpulkan Dana Rp 36 Juta, Fajri: Dari Seluruh Karyawan
# Baca Juga :Optimalkan Peran UPZ dalam Aksi Bela Palestina, Sekda Kota Banjarbaru: Perhatikan Mereka yang Memiliki Utang
Pahlawan Gaza yang Dibungkam
Mahmoud Almadhoun adalah sosok di balik Gaza Soup Kitchen, sebuah dapur umum yang menjadi sumber kehidupan bagi ribuan warga Palestina yang terjebak dalam krisis kelaparan. Dalam situasi serba terbatas, ia dan timnya tetap berjuang memberikan makanan dan air bersih kepada ratusan keluarga setiap hari.
Namun, dedikasinya justru berujung tragis. Serangan drone Israel di wilayah Beit Lahiya tidak hanya merenggut nyawanya tetapi juga menghentikan harapan ribuan warga Palestina yang bergantung pada bantuannya.
Selain menyediakan makanan, Gaza Soup Kitchen juga berfungsi sebagai klinik darurat, membantu anak-anak yang menderita infeksi kulit akibat krisis kemanusiaan yang memburuk. Mahmoud bahkan disebut sebagai “penyelamat” bagi Rumah Sakit Kamal Adwan yang terus menjadi sasaran serangan Israel.
Dalam pernyataan di Instagram, Gaza Soup Kitchen menegaskan bahwa Mahmoud sengaja menjadi target.
“Mahmoud adalah simbol perlawanan terhadap pembersihan etnis. Kehadirannya menghalangi upaya Israel untuk menghancurkan Gaza sepenuhnya,” tulis mereka.







