OJK Kalsel: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tumbuh Positif Dukung Ekonomi Daerah

Non-Performing Financing (NPF) terjaga stabil di 1,58 persen, lebih rendah daripada Nasional (NPF:2,62 persen).
Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor ekonomi yang menyerap pembiayaan tertinggi di Kalsel.

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peerto-peer lending di Kalsel juga mengalami peningkatan.

BACA JUGA: OJK dan BSI Luncurkan Program EPIKS untuk Dukung Kemandirian Pesantren di Kalsel

Posisi September 2024, outstanding pinjaman sebesar Rp825 miliar dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif sebanyak 276.073 entitas.

Penyaluran pinjaman tersebut meningkat dua digit, sebesar 64,89 persen yoy. Outstanding Pinjaman LPBBTI di Dana yang diberikan oleh pemberi pinjaman di Kalsel sebesar Rp4,08 miliar, sedangkan penyaluran pinjaman Rp273,83 miliar.

Hal tesebut mengindikasikan bahwa dana lender yang dipinjam oleh borrower lebih banyak berasal dari luar Kalsel.

Perkembangan Pasar Modal

Per September 2024, sektor Pasar Modal di Kalsel menunjukkan pertumbuhan. Hal ini terlihat dari peningkatkan nilai kepemilikan saham, jumlah Single Investor Identification (SID), dan nilai transaksi saham secara berturut-turut sebesar 13,08 persen, 10,28 persen, dan 31,93 persen.

Sementara itu, dari sisi nilai penjualan APERD, tercatat sebesar Rp329 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 8.798 nasabah.
Kalsel menjadi provinsi dengan nilai kepemilikan saham tertinggi di antara provinsi lain seKalimantan, yaitu sebanyak Rp79,7 triliun.

Di sisi lain, data OJK menunjukkan bahwa investor di Kalsel didominasi oleh individu (99,92 persen atau sebanyak 170.724 akun).