OJK Kalsel: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tumbuh Positif Dukung Ekonomi Daerah

Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Per November 2024, OJK Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan 78 kegiatan edukasi dengan total peserta mencapai 10.203 orang. Seluruh kegiatan edukasi telah mencakup 5 sasaran prioritas tahun 2024, yaitu Pelajar/Santri, Nelayan/Petani, Masyarakat 3T, Disabilitas, dan Pelaku UMKM.

Sementara itu dari sisi pelindungan konsumen, per November 2024 tercatat 2.630 layanan konsumen yang diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), dengan rincian 2.228 pertanyaan, 347 pengaduan dan 55 informasi.

BACA JUGA: Siapkan Dirimu, Otoritas Jasa Keuangan OJK Buka Lowongan Kerja, Syarat dan Cara Daftar Cek di Sini 

Seluruh layanan konsumen telah ditanggapi oleh LJK terkait. Bank Umum Konvensional menjadi PUJK terbanyak yang menerima pengaduan, yaitu sebanyak 45 persen dari total pengaduan.

Secara umum, terdapat lima jenis permasalahan yang terjadi di masyarakat Kalsel, di mana SLIK menempati posisi pertama.

Selanjutnya, permintaan iDeb SLIK sejak Januari s.d. November 2024 sebanyak 10.747 permintaan, yang terdiri dari 4.172 permintaan daring dan 6.575 permintaan walk-in. Rerata OJK Provinsi Kalimantan memproses permintaan SLIK sebanyak 46 permintaan per hari.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

PENYALURAN kredit melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) posisi September 2024 telah dimanfaatkan oleh 5.306 debitur di Kalsel dengan total penyaluran sebesar Rp56 miliar.
Sementara itu, kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh TPAKD se-Kalsel sebanyak 64 kegiatan, penyaluran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 1.790 hektar area pertanian, dan pembukaan rekening SimPel kepada 13.724 pelajar.

News Feed