Bank Kalsel dan OJK Dorong Pengembangan Padi Apung di Hulu Sungai Selatan

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengapresiasi sistem ini sebagai langkah luar biasa. “Kami mendukung penuh pengembangan padi apung ini dan berharap lahan yang diterapkan bisa diperluas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Kalsel, Agus Maiyo, menjelaskan bahwa meskipun biaya awal untuk sistem ini cukup tinggi karena penyediaan media tanam, styrofoam yang digunakan dapat bertahan hingga 10 tahun atau sekitar 21 kali panen.

“Kami merekomendasikan pelapisan cat pada styrofoam untuk meningkatkan ketahanannya terhadap air dan serangan hama seperti tikus dan serangga,” katanya.

BACA JUGA: Serahkan Bantuan Gerobak dan Modal Usaha kepada Pedagang Pentol di Balangan, Ini Harapan Dirut Bank Kalsel Fachrudin

Penggunaan media tanam tersebut juga telah dikaji bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hasilnya, media ini cocok untuk varietas padi unggul pada kondisi pH 4–8. Agus juga mengungkapkan potensi ekspor dari hasil padi apung dengan varietas pilihan.

Sistem padi apung ini diharapkan dapat menjadi solusi saat paceklik pada sistem padi konvensional. Bahkan, penerapan pola tumpangsari dapat menghasilkan hasil pertanian yang lebih beragam dan mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian.

Sumber: radarbjm
Editor: elpian