Selama tahun 2024 mulai triwulan I (Januari, Febuari, Maret) dan II (April, Mei, Juni), tercatat ada sebanyak 307 unit rumah yang sudah rampung dibedah untuk kawasan kumuh maupun non kumuh.
Kepala Disperkim Tabalong, Erfin Nirza Siregar mengatakan, bantuan ini dengan nilai besaran angka Rp 20 juta yang berasal dari APBD Perubahan tahun 2024.
BACA JUGA: Pj Bupati Sampaikan Pekan Raya Tabalong Jadi Media Pasarkan Aneka Produk UMKM
Bantuan ini dalam bentuk barang dengan realisasi perbaikan atap, lantai dan dinding (Aladin) dengan bangunan rumah berbahan kayu dan pengerjaannya.
Ratusan penerima bantuan ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program ini juga berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tabalong dengan sasaran yang sama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim di Bumi Saraba Kawa.
Tidak hanya sampai di situ, Disperkim Tabalong juga melakukan peningkatan infrastruktur terutama penyediaan PSU mencakup perbaikan jalan lingkungan dan penunjang lainnya untuk kenyamanan masyarakat beraktivitas.
“Diharapkan rumah yang sudah terbangun alangkah baiknya bisa merawatnya dengan baik. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga,” katanya.
Berdasarkan data hasil capaian program bedah rumah di kawasan kumuh ada sebanyak 207 unit tersebar pada 9 kecamatan di antaranya Kecamatan Muara Harus, Kelua, Banua Lawas, Pugaan, Murung Pudak, Haruai, Bintang Ara, Muara Uya dan Jaro.









