KALIMANTANLIVE.COM, PELAIHARI – Pada masa kepemimpinan Pj Bupati Tanah Laut (Tala) Ir H Syamsir Rahman MS, para pekerja rentan sektor informal bukan penerima upah (BPU) dan masyarakat miskin ekstrem mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek).
Pada era sebelumnya, telaahan staf (TS) tentang usulan pengalokasian anggaran bantuan pembayaran premi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Naker) bagi pekerja rentan sektor informal BPU yang diajukan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala, tak kunjung tertindaklanjuti.
Namun begitu Syamsir mulai bertugas memimpin Tala sejak pertengahan September 2023 lalu, TS tersebut langsung ditindaklanjuti. Tanpa ragu lelaki ramah yang juga menjabat kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel ini langsung mendatanganinya.
Tak perlu berpikir njlimet baginya. Begitu mengetahui betapa pentingnya manfaat perlindungan jamsostek tersebut bagi pekerja rentan, Syamsir langsung menyetujui agar tahun itu juga (2023) bisa mulai direalisasikan.
Akhirnya, berdasar data dihimpun media ini, Kamis (5/12/2024), sebanyak 23.716 orang pekerja rentan sektor informal BPU dan masyarakat miskin ekstrem mendapat pengayoman. Mereka didaftarkan sebagai peserta BPJS Naker, preminya dibayarkan untuk dua bulan (November dan Desember) 2023.
Lalu pada tahun 2024 saat ini premi tersebut juga kembali dibayarkan oleh Pemkab Tala, full selama setahun penuh atau 12 bulan. Total dana yang dialokasikan untuk hal ini mencapai Rp 4,78 miliar.
Melalui kepesertaan itu, mereka mendapatkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Bahkan ketika peserta meninggal, anak (ahli waris) bisa mendapatkan beasiswa hingga selesai kuliah.
Perhatian besar Pj Bupati Tala pada kalangan pekerja rentan tersebut menunjukkan kepedulian yang tinggi dan bekerja ikhlas tanpa batas. Sesuai tema Hari Jadi Ke-59 Kabupaten Tala pada tahun 2024 saat ini yakni Bagawi Bahimat, Baharakat Gasan Sabarataan.
Pada berbagai kesempatan, Syamsir juga selalu mengajak seluruh elemen untuk jangan pernah berhenti bekerja untuk Tanah Laut dan jangan pernah lelah mencintai Tanah Laut. Jangan pangoler, tambahe lage.
Kepala Disnakerind Tala Masturi SSTP mengatakan pada tahun 2025 program tersebut masih berlanjut. Bahkan direncanakan ada penambahan sekitar 4.000 orang atau digenapkan hingga 30 ribu orang.







