Warga Berobat Gratis di Faskes Pemerintah, Stunting Terkendali dan Hanya Berada pada Angka Ini

Syamsir dan seluruh pejabat Pemkab Tala sangat terkejut ketika beberapa waktu lalu pemerintah pusat merilis data stunting di Tala yakni pada angka 41,7 persen. Sungguh ini adalah angka yang cukup tinggi, karena umumnya hanya berada pada angka belasan atau paling tinggi di atas 20 persen.

Ia meyakini ada sesuatu yang salah dengan angka tersebut karena tidak rasional dengan upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Tala selama ini.

Instruksi khusus pun langsung dilakukan oleh Syamsir yakni perintah dilakukan pengukuran ulang terhadap balita di Tala. Tak cuma terhadap balita yang menjadi sampel pengukuran yang dilakukan pusat, tapi pada semua balita yang ada di Tala.

Syamsir memerintahkan dilakukan pengukuran secara cermat dan tepat terhadap badan balita. Hasilnya pun sesuai harapan, angka stunting di Tala hanya berada pada kisaran 6 persen.

Berdasarkan hasil evaluasi, lonjakan angka stunting yang dirilis oleh pemerintah pusat tersebut dikarenakan prosedur pengukuran yang dilakukan petugas di lapangan tidak sesuai standar. Bahkan ada yang sembarangan.

Sebagai contoh yakni pengukuran badan balita tidak menggunakan alat standar. “Malah ada yang hanya menggunakan meteran,” sebut dr Hj Isna Farida, kepala Dinas Kesehatan Tala.

Kemudian, posisi badan balita saat diukur tidak tegak lurus. Juga ada anak yang sudah tak masuk lagi kategori balita namun masih masuk daftar.

Isna menyebutkan dari sekitar 400 orang balita yang dijadikan sampel pengukuran oleh petugas survei, terungkap sekitar 85 orang balita di antaranya tidak akurat dalam hal pelaksanaan pengukurannya.

Ia mengatakan upaya penanganan stunting juga terus dimaksimalkan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan cara menambah kunjungan dokter spesialis ke fasilitas kesehatan.

Sebelumnya hanya ada kunjungan dari dokter spesialis kandungan. Sekarang sekaligus bersama dengan dokter spesialis anak sehingga bisa lebih bagus lagi penanganannya.

Langkah lainnya, kata Isna, yaitu memberikan makanan tambahan kepada balita yang berpotensi stunting. Bentuknya berupa makanan bergizi siap saji.

Program makanan tambahan tersebut dikatakannya diberikan setiap hari secara berturut-turut selama 90 hari. Makanan bergizi tersebut langsung diantarkan ke rumah sasaran oleh petugas/kader posyandu.

Mengenai fasilitas kesehatan, Pemkab Tala pun terus berupaya melakukan penambahan. Sekarang telah ada dua rumah sakit umum daerah yang telah beroperasi yaitu RSUD Hadji Boejasin di Kota Pelaihari dan RSUD KH Mansyur di Kecamatan Kintap.