Ia juga menyarankan media-media supaya memilih kata dan angka yang tepat dan proporsional untuk angka “8” tersebut. Kata “menang tipis” adalah kata yang dapat mengelabui pemirsa sebutnya, sebab pemenang belum disahkan.
Dapat mengelabui mata lainnya adalah persentase 50% – 49%, mata pembaca akan menyangka antara 50% dibanding 49%, padahal selisihnya hanya delapan saja katanya.
BACA JUGA: Kampanye Akbar Gogo Helo di Tiara Batara Dari Pagi Hingga Sore, Mampu Capai Massa Ribuan
Kata “tipis” jelasnya lagi, juga mengandung efek dapat disangka pemirsa sama dengan “menang tipis” di Pilkada Pilkada umumnya, seperti di berita-berita yang biasanya kita baca. Bahkan kata “unggul 8 suara” pun sebenarnya tidak tepat, bibit jagung kalau disebut “unggul” maka kualitas dan ukurannya pasti besar katanya sambil terkekeh.
Pendapat lain lagi mengatakan, peristiwa suara delapan ini mungkin bisa dijadikan bahan kajian tentang ketatanegaraan kita mengenai ambang legitimasi kepala daerah.
Kalimantanlive.com/M Gazali Noor







