“Mari dari Barikin, kita mulai berkesenian baik di level lokal maupun nasional. Kita niatkan ajang sastra ini untuk pengembangan kebudayaan yang terus berlanjut,” ujarnya.
Ketua Pelaksana ASKS XXI, M. Fuad Rahman, yang juga Ketua Dewan Kesenian Daerah HST, menambahkan bahwa ajang ini bertujuan untuk melahirkan penulis muda dan mendorong kreativitas dalam dunia kepenulisan.
BACA JUGA: H. Muhidin Rayakan HUT Korpri ke-53 dengan Gowes Bersama Pegawai Pemprov Kalsel
“Dunia kepenulisan terus berkembang seiring waktu, dan ASKS menjadi sarana publikasi serta ruang silaturahmi bagi para sastrawan, seniman, dan budayawan,” katanya.
Selama tiga hari, ASKS menggelar berbagai lomba, seperti sayembara menulis puisi Banjar, pantun, kisdap, cerpen, pantun, dan jingle.
Fuad mengungkapkan bahwa sebanyak 460 naskah telah diterima untuk lomba, yang akhirnya menghasilkan dua antologi puisi penyair Kalsel.
Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang sayembara karya sastra, yakni Maulidanoor Aprilyanti (Puisi Banjar), Hadani Had (Pantun), Risma Liyanti (Cerpen), Miranda Seftiana (Kisdap), serta Tika Hartika dan Achyar Rosandie (Jingle).
Sumber: Adpim







