JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pengusaha terkemuka asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam, turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan delegasi Japan-Indonesia Association (Japinda) dan The Jakarta Japan Club (JJC) di Istana Negara pada Jumat, 6 Desember 2024.
Haji Isam, yang dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group, duduk sejajar dengan sejumlah menteri, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
# Baca Juga :Proyek Cetak Sawah 1 Juta Ha Terus Berlanjut, Haji Isam Kembali Sandarkan Puluhan Excavator di Merauke
# Baca Juga :88 Unit Alat Berat Pesanan Haji Isam kembali Tiba di Merauke, 176 Unit menyusul Besok
# Baca Juga :PROFIL Haji Isam, Berawal dari Tukang Ojek Paling Kaya di Kalimantan dan Kontroversinya Soal Pajak
# Baca Juga :Haji Isam Laporkan Yulmanizar Saksi Kasus Suap Pajak ke Bareskrim Polri, Begini Penjelasan KPK
Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo memperkenalkan Haji Isam kepada delegasi Jepang sebagai salah satu pengusaha terkemuka di Indonesia.
Bahas Food Estate dan Investasi Jepang
Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Haji Isam terlibat dalam pengembangan food estate di Papua, sejalan dengan upaya pemerintah menarik investor Jepang untuk mendukung sektor agribisnis. Salah satu perusahaan Jepang yang dilibatkan adalah PT Sumitomo Forestry Indonesia, yang fokus pada pengelolaan lahan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
“Sumitomo Forestry sedang mengembangkan tanaman keras, pohon-pohon yang mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia,” ujar Airlangga.
Jepang sebagai Mitra Strategis
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral Indonesia-Jepang yang telah terjalin lama. Ia berharap perusahaan Jepang semakin aktif dalam berbagai proyek strategis, termasuk:
Proyek Blok Masela, yang diharapkan mulai berjalan tahun depan.
Great Giant Sea Wall, proyek besar untuk melindungi Jakarta dari banjir.
Prabowo juga mendorong investasi di sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk usulan pendirian sekolah dan universitas Jepang di Indonesia sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia.







