Sementara itu, untuk inovasi SIDIK lebih difokuskan pada data digital kebencanaan seperti karhutla, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran pemukiman dan lainnya. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui dan mengakses data kebencanaan melalui digital.
“Kami berharap melalui dua inovasi mengarsip secara digital ini dapat memudahkan untuk mengakses data, mengatasi risiko rusaknya dokumen kertas atau buram karena usia, sehingga dapat diminimalisir karena tersimpan secara digital, kemudian mudah dalam membackup dan me-recovery data ke dalam media penyimpanan yang compatible, menghemat tempat penyimpanan arsip, karena ruang penyimpanan hanya digunakan untuk arsip-arsip tertentu saja dan meningkatkan keamanan, karena mekanisme kontrol secara jelas,” harapnya.
Ke depannya, dua inovasi digital ini akan terus dilakukan perbaikan dan pengembangan, serta penyempurnaan agar semakin menarik dan mudah dalam mengakses.
(Kalimantanlive.com/Kamil)
editor : TRI










