TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Pj Bupati Tabalong, Hj Hamida Munawarah menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah 2024.
Ajang tersebut dibuka Pj Bupati Tabalong, Hj Hamida Munawarah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tabalong di Pendopo Bersinar, Senin (16/12/2024).
# Baca Juga :Anugerah Inovasi Daerah 2024, Pj Bupati Tabalong Harap Para Inovator Ciptakan Perubahan Lebih Baik
# Baca Juga :Bapperida Tabalong Gelar Anugerah Inovasi Daerah 2024, Raih Predikat Kabupaten Terinovatif
# Baca Juga :3 Artis Ibukota Dipastikan akan Hibur Masyarakat pada Malam Puncak Harjad ke-59 Tabalong
# Baca Juga :Lomba Mancing Jadi Rangkaian Peringatan Harjad ke-59 Tabalong, Ratusan Kilogram Ikan Ditebar
Pj Bupati Hamida dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para inovator beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras, memberikan dedikasi untuk menghadirkan inovasi yang mendukung pembangunan di Tabalong.
“Inovasi tidak dapat lahir dari satu pihak saja, diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta, masyarakat dan akademisi untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi daerah kita,” ucapnya.
Ia pun berharap, penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menciptakan karya-karya inovatif yang berdampak luas.
“Kepada para innovator penerima penghargaan, saya ucapkan selamat dan terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi yang lain,” harapnya.
Dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah 2024 terbagi dalam tiga kategori yakni Kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Desa atau Teknologi Tepat Guna dan Kategori Masyarakat.
Adapun untuk pemenang kategori ASN atau OPD, juara pertama diraih Rinto Harahap dengan inovasi Si Pendekar Berkumis (Sistem Informasi Pencegahan Drop Out, Deteksi Dini dan Edukasi Penderita Bersama Kumpulan Masyarakat Anti TB)
Juara kedua diraih Mariani dengan inovasi Jengkelin (Jasa Bengkel Keliling Mesin Pertanian, posisi ketiga diraih Hendra Wahyudi dengan inovasi Aplikasi Gane Edukatif Matematika.
Keempat diraih Susanty dengan inovasi Rumah Ulin (Ruang Mahir Uji Kompetensi Literasi Numerasi) dan kelima diraih Mahfuz Azianoor dengan inovasi (Deteksi dan Penjaringan Aktif Tuberkulosis).
Berikutnya, kategori desa atau teknologi tepat guna untuk posisi pertama diraih Agung Heru Saputra dengan inovasi Pakar (Penentu Harga Karet Berbasis Kadar Karet Kering), kedua diraih Sulasni dengan inovasi Borpebind (Bor Pengikat Bindrart).







