BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Isu tidak sedap kembali hadir di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terkait kinerja riset dan pengabdian masyarakat.
Berdasarkan klasterisasi perguruan tinggi tahun 2025 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, ULM hanya masuk dalam klaster Madya, tertinggal dari beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) lain di Kalimantan.
BACA JUGA: BKGN 2024: Pemprov Kalsel dan FKG ULM Berikan Perawatan Gigi Gratis kepada Ratusan Warga
Jika dibandingkan dengan PTN lainnya di Kalimantan, Universitas Tanjungpura (Untan) menjadi satu-satunya PTN di Kalimantan yang berhasil masuk ke klaster Mandiri. Bahkan ULM kini juga dianggap kalah dengan Universitas Mulawarman (Unmul), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Universitas Palangka Raya (UPR), dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang sudah berada di klaster Utama.
Sebagai PTN yang berlokasi di Kalimantan Selatan (Kalsel), ULM menghadapi tekanan untuk meningkatkan daya saingnya, mengingat posisinya yang strategis sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di kawasan tersebut.
Perubahan ini juga memunculkan pertanyaan, apakah penurunan ini mencerminkan menurunnya kualitas riset dan publikasi ULM?
Faktanya, skor Sinta ULM menunjukkan bahwa kinerja risetnya tetap berada di tingkat tinggi, bahkan memenuhi standar untuk klaster mandiri. SINTA (Science and Technology Index) mencatat kontribusi ULM dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan kinerja institusional yang signifikan. Namun, posisi akreditasi institusi saat ini berada di kategori “baik” (C), yang secara langsung memengaruhi penilaian klaster.
Menariknya, data dari Scimago Institutional Rankings menunjukkan bahwa ULM berada di peringkat ke-43 secara nasional dalam kinerja riset dan publikasi ilmiah. Peringkat ini merupakan pengakuan atas produktivitas riset ULM yang tidak bergantung pada status akreditasi. Hal ini membuktikan bahwa secara ilmiah, ULM tetap kompetitif di antara perguruan tinggi lainnya.










