Event Festival Tandak Intan Kaharingan 2024 Dibuka Pj. Bupati Barito Utara, Diikuti 509 Peserta

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – “Dengan Festival Tandak Intan Kaharingan Kita Bangkitkan Nilai-Nilai Luhur Ajaran Agama Hindu Kaharingan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan,” demikian tema event tahunan Festival Tandak Hindu Kaharingan Ke – X Tingkat Kabupaten Barito Utara yang dibuka Pj Bupati setempat, di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Senin, 23 Desember 2024 malam.

Diikuti lebih kurang lima ratus sembilan (509) peserta lomba, Sub tema event ini yaitu, “Mari Kita Puja dan Puji Kebesaran Ranying Hatala Langit, Tuhan Yang Maha Esa, Melalui Lantunan Kandayu dan Pembacaan Ayat Kitab Suci Panaturan Untuk Mendapatkan Kemuliaan dan Kemasyuran Menuju Kejayaan Umat Hindu Kaharingan”.

Dari laporan Ketua Panitia Pelaksana, Hano R Iro, S.Pd, AH, M.Pd, kegiatan ini diikuti oleh sembilan Kecamatan di Barito Utara. Dengan rincian, Gunung Timang 60 orang, Teweh Tengah 62 orang, Teweh Timur 58 orang, Gunung Purei 57 orang, Lahei Barat 96 orang, Lahei 70 orang, Montalat 48 orang dan Teweh Baru dan Teweh Selatan masing-masing 58 orang.

BACA JUGA : Perayaan Natal Penuh Sukacita di Gereja GKE Sinar Kasih Jingah, Dihadiri Hendro Nakalelo

Seluruh peserta lomba ditampung di Asrama Putra dan Putri Hindu Kaharingan Komplek Balai Basarah Intan Kaharingan Muara Teweh.

Event lomba berlangsung selama 4 hari dari tanggal 22 sampai 25 Desember 2024, lokasi kegiatan lomba di lingkungan Balai Basarah simpang Teluk Mayang Muara Teweh.

Kategori yang dilombakan seperti Kandayu, Manandak, Pembacaan Kitab Suci Panaturan, Pandehen, Vocal Grup, Cerdas Cermati, Tari Daerah Bernafaskan Hindu Kaharingan, Lomba Membuat Sarana dan Prasarana Upacara Keagamaan Hindu Kaharingan.

Terdapat pula lomba Karungut Bernuansa Hindu Kaharingan dan Vocal Solo atau Tunggal. Sedangkan usia peserta dari anak-anak, remaja dan dewasa.

Pada acara Pembukaan ini suasana sangat khidmat dan meriah, diikuti segala lapisan usia dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Mereka rata-rata hadir menggunakan baju adat Dayak ataupun atribut dan aksesoris etnik setempat.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars Tandak yang dinyanyikan dengan serempak dan sangat baik oleh para pelajar Hindu Kaharingan. Selanjutnya Pembacaan Kitab Suci Panaturan oleh Sagi Rio dan Nia Rahayu yang membuat suasana acara menjadi khidmat.

Kepala Kantor Kementrian Agama Muara Teweh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wandi, SH, MH sangat mengapresiasi dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan event ini.

“Sebagai upaya membumikan serta menerjemahkan ajaran-ajaran suci Panaturan dalam berbagai dimensinya untuk memunculkan dan membentuk generasi Hindu Kaharingan yang berkarakter agamis dan mampu mengimbangi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,” kata Kepala Kantor Kemenag dalam sambutannya.

Kemudian dalam sambutan Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Pusat Palangkaraya, Parada, S.Ag, M. Si menyampaikan, Festival ini diharapkan mampu mencetak kader terbaik yang memiliki kecerdasan spritual sebagai generasi penerus perjuangan untuk memajukan umat Hindu Kaharingan.

“Mengembangkan dan meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan dikalangan umat Hindu Kaharingan maupun dengan umat beragama lainnya. Hal ini sebagai wujud pendalaman dan pengamalan dari moderasi beragama,” sebutnya menerangkan.