BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Aparat gabungan Polresta Bogor Kota dan Kementerian/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil menggerebek sebuah apartemen di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (26/12/2024). Tempat tersebut diketahui menjadi lokasi penampungan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan dikirim ke Timur Tengah.
Dalam aksi ini, delapan korban PMI ilegal dari berbagai daerah seperti Lampung, Cianjur, Bekasi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil diselamatkan.
# Baca Juga :Polres Balangan Tahan Pelaku KDRT di Kecamatan Juai, Hajar Istri dengan Gagang Sapu
# Baca Juga :Wali Kota Resmikan Call Center 24 Jam Banjarmasin, Ada KDRT, Ular Cepat Telepon 112
# Baca Juga :| Indonesia Hentikan Pengiriman Tenaga Kerja ke Malaysia, Pengusaha Kuliner Negeri Jiran Sulit Cari Pegawai
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, mengungkapkan bahwa operasi dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari BP2MI tentang rencana pengiriman PMI ilegal oleh sindikat perdagangan manusia internasional.
“Kami menemukan delapan korban yang akan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Bismo.
Dua pelaku yang terlibat dalam sindikat ini, yakni MZL dan MK, berhasil diamankan. MZL berperan sebagai perekrut korban, sedangkan MK bertugas menjaga para korban selama berada di lokasi penampungan.
Bismo menjelaskan bahwa sindikat ini bekerja secara terorganisir, melibatkan anggota di lokasi tujuan dan pengirim PMI di dalam negeri. Modusnya adalah meminta korban membuat video perkenalan yang kemudian dikirimkan kepada calon penerima di Timur Tengah.
“Jika video dinilai cocok oleh calon penerima, barulah proses pengiriman dilakukan. Para korban dijanjikan gaji Rp 4-5 juta per bulan,” ungkapnya.
Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika, Brigjen Eko Iswantono, menegaskan bahwa pengiriman PMI secara ilegal memiliki risiko besar, terutama terkait perlindungan hak-hak pekerja migran di negara tujuan.
“Pengiriman ilegal ini berpotensi melanggar hukum dan membahayakan keselamatan para korban,” kata Eko.







