Maraknya Kebakaran di Banjarmasin, Wali Kota Soroti Risiko Korsleting Listrik

BANJARMASIN,, KALIMANTANLIVE.COM – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengungkapkan keprihatinannya terkait meningkatnya kasus kebakaran di kota tersebut.

Ia menyoroti bahwa mayoritas kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik.

# Baca Juga :Kebakaran Hanguskan Satu Buah Rumah di Bangun Sari Tabalong, Diduga Api Bekas Bakaran Kertas

# Baca Juga :Kebakaran di Telaga Biru, 5 Bangunan Rusak dan 19 Jiwa Terdampak

# Baca Juga :Kebakaran Besar di Pelambuan Hanguskan 23 Rumah, 76 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

# Baca Juga :SMPN 3 Kelurahan Jambu Kebakaran, Gudang Penyimpanan Barang Inventaris Jadi Abu

“Banyak kejadian kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik. PLN sebenarnya sudah memberikan imbauan dan melakukan sosialisasi, terutama di kawasan permukiman seperti bedakan dan rumah berbahan kayu,” ujarnya, baru-baru tadi.

Ibnu Sina menjelaskan bahwa beberapa faktor risiko korsleting listrik, seperti kabel yang sudah usang atau digigit tikus, kerap ditemukan.

Hal ini diperparah oleh gangguan jaringan listrik selama musim hujan.

“Apalagi di bangunan tua, sering kali ditemukan penggunaan stop kontak yang berlebihan dan tidak sesuai aturan, ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, kami terus mengimbau warga untuk lebih berhati-hati,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, Pemko Banjarmasin bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk PLN dan PJU (Penerangan Jalan Umum), serta melibatkan RT dan RW untuk memeriksa jaringan listrik di lingkungan masing-masing.