Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, mengungkapkan bahwa provinsinya menjadi salah satu andalan nasional untuk program Oplah dan cetak sawah rakyat. Pada 2024, Oplah mencapai 41 ribu hektare, dan target 2025 adalah 80 ribu hektare, dengan total 120 ribu hektare yang dioptimalkan.
“Kalsel saat ini menjadi penyumbang gabah dan beras terbesar kedua secara nasional, serta menyuplai hampir 50 persen kebutuhan regional,” ungkap Syamsir.
BACA JUGA: Gubernur H. Muhidin Pastikan Asesmen Pejabat Pemprov Kalsel Digelar di Dinas Psikologi TNI AU
Ia juga menjelaskan kunjungan Menteri Pertanian ke Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, untuk meninjau program cetak sawah rakyat. Dari 236 hektare lahan yang sebelumnya tidak digarap selama 35 tahun, sudah dibuka 46 hektare dalam sebulan terakhir.
Dengan optimasi lahan dan normalisasi saluran air, Syamsir optimis frekuensi tanam dapat ditingkatkan menjadi dua atau tiga kali setahun.
“Kami berharap program ini menjadi semangat baru bagi para petani,” tutupnya.
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian







