Maccera Tasi kata Said persis dengan Mapanre Tasi, sebagai bentuk sukuran agar pendapatan nelayan meningkat dan diberi keselamatan dalam bekerja.
“Ini tidak ada syirik, kita tetap berpegang kepada yang maha kuasa. Jadi di laut itu tadi kita selamatan. Luar biasa kita liat antusiaas masyarakat yang datang ke lokasi acara,” kata dia.
Kepala Desa Sarang Tiung, M Yohanies mengatakan kegiatan didukung penuh PT Arutmin serta dukungan berbagai pihak sehingga dapat terlaksana.
Pihaknya dari desa akan terus mensupport dengan menganggarkan untuk tahun depan.
Kepala Bidang Event dan Pertunjukan, Disparpora, Rudi Nugraha menambahkan adat budaya yang di Sarang Tiung perlu dilestarikan.
Menurutnya ini perlu diketahui dunia luar. Bahwa Kotabaru memiliki keragaman budaya yang merupakan anugerah.
“Kita harus menjagannya dan melestarikannya. Macerra Tasi akan dimasukkan kalender event di 2025,” katanya.
Kalimantanlive.com/Ger
Editor : Rian







