KALIMANTANLIVE.COM – Dunia penerbangan kembali diguncang tragedi! Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tiga kecelakaan pesawat terjadi di tiga negara berbeda, menjelang perayaan Tahun Baru 2025.
Insiden tersebut melibatkan maskapai ternama dan memakan korban jiwa yang mengejutkan, khususnya di Korea Selatan.
# Baca Juga :Spekulasi Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines: Ditabrak Burung atau Kena Rudal Antipesawat?
# Baca Juga :Pesawat Caravan Smart Air Kecelakaan, Pilot Tewas dan Bandara Ilaga Ditutup
# Baca Juga :Viral, Video Penumpang Pesawat Jatuh di Kazakhstan Selamat dengan Bertakbir dan Bersyahadat
# Baca Juga :4 Fakta Jatuhnya Pesawat TNI AU Super Tucano di Pasuruan, dari Tabrak Awan hingga 4 Perwira Gugur
1. Tragedi Maut di Korea Selatan
Kecelakaan paling mematikan terjadi di Korea Selatan, melibatkan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan pada Minggu (29/12/2024). Awalnya, laporan menyebutkan bahwa 179 orang diduga tewas. Namun, data terbaru memastikan bahwa dari 181 penumpang, 167 orang meninggal dunia, sementara sisanya mengalami luka serius.
Pesawat ini tengah dalam penerbangan domestik saat mengalami gangguan teknis yang memicu kecelakaan fatal. Tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi korban dari reruntuhan pesawat. Hingga kini, otoritas penerbangan Korea Selatan masih menyelidiki penyebab utama tragedi ini.
2. Kecelakaan Royal Dutch Airlines
Kecelakaan kedua terjadi di Norwegia, melibatkan pesawat Royal Dutch Airlines (KLM) yang terbang menuju Belanda. Insiden ini terjadi saat pesawat melakukan pendaratan darurat akibat gangguan pada mesin utama. Pesawat tergelincir dari landasan pacu dan nyaris terbalik di Bandara Oslo pada Minggu malam.
Meski dramatis, semua 176 penumpang dan 6 kru selamat tanpa cedera serius. Investigasi awal menyebutkan cuaca buruk dan angin kencang sebagai faktor utama insiden tersebut.
3. Air Canada Alami Kerusakan Roda
Insiden ketiga terjadi di Kanada, melibatkan pesawat Air Canada yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Halifax Stanfield pada Sabtu malam (28/12/2024).
Kerusakan pada roda pendaratan membuat pesawat harus mendarat dengan risiko tinggi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat.







