Meskipun kasus kekerasan meningkat, Ramadan tetap optimis hal ini tidak akan memengaruhi status Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak (KLA). Penanganan kasus kekerasan justru menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian KLA.
“Insya Allah pada 2025, Banjarmasin bisa meraih predikat KLA Utama setelah dua tahun berturut-turut mendapat predikat Nindya,” ujarnya penuh keyakinan.
Ramadan berharap Banjarmasin dapat menjadi kota yang benar-benar aman dan ramah untuk perempuan dan anak di masa depan.
(dtm/berbagai sumber)
editor : TRI







